KHAYALAN DAN MIMPIKU UNTUK ACEH


Apa yang mincul dibenak kita ketika mendengar kata “khayalan”.. mungkin yang muncul hanyalah angan-angan belaka, atau malah tentang hal negatif yang ada dalam pikiran kita. Persepsiku khayalan merupakan keinginan yang direncanakan dalam angan-angan, dan aku rasa merupakan sesuatu yang penting. Tetapi arah yang di khayalkan yang harus dipertimbangkan, jangan nanti ke arah negatif tapi harus ke arah yang positif. Khayalan harus melahirkan sebuah harapan dan spirit untuk bergerak ke arah yang lebih baik.
Begitu juga kata “mimpi”, mungkin dibenak kita tidak terlepas hanya sebagai bunga tidur. Tetapi bila kita cerdasi lebih dalam makna mimpi bisa kita artikan secara luas, dikarenakan suatu mimpi akan berkenyataan bila apa yang kita impikan tersebut kita jadikan sebagai sebuah harapan. Dengan harapan, seorang manusia memiliki arah dalam menjalani kehidupan. Tanpa kita mempunyai harapan pasti kita akan ngambang arah mana yang akan kita tuju dalam menjalani kehidupan ini.
Hari ini, seperti yang sama-sama kita jalani di tanah Aceh ini berbagai peristiwa telah terjadi, mulai dari berbagai konfik sampai peristiwa maha dahsyat “Tsunami” yang membuat hampir separuh manusia bumi prihatin karnanya meninggalkan berbagai keadaan serta masalah setelahnya yang menjadi sebuah PR buat kita semua untuk menormalkan sebagai mana mestinya agar ketentraman hidup tercipta.
Sebagai masyakat biasa serta anak bangsa yang mendiami salah satu sudut nusantara yakni aceh tercinta pasti kita semua tidak munafik menginginkan suatu keinginanan yang tertera dalam sebuah kata yakni ketentraman.
Terlepas dari apa yang pemimpin-pemimpin kami lakukan, terlepas dari apa yang pemimpin-pemimpin kami hasilkan dan terlepas dari apa yang pemimpin-pemimpin kami karyakan, masyarakat biasa pasti tidak berharap berlebihan yang penting mau kemana saja terjamin aman itu sudah menjadi sebuah berkah yang tidak terkira dengan dominal.
Khayalan serta mimpi ketentraman tercipta ditanah kita Aceh khususnya serta Nusantara umumnya pasti bukan sekedar angan-angan serta bunga tidur saja tetapi pasti akan tercipta bila semua pihak mengusahakannya. Pemimpin, aparatur, juga masayarakat harus menempatkan peran masing-masing sebagaimana porosnya dan jika salah satu ada yang menyimpang pasti yang diimpikan mustahil kita gapai.
Bersambung…..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: